← Kembali ke Beranda
IKLAN
IKLAN





IKLANeditorial
Makan Bergizi Gratis: Antara Kebaikan Hati dan Kepentingan Pemilu yang Tak Terkait, Katanya
Dipublikasikan pada 06 Mei 2026

Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, baru-baru ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digawangi Presiden Prabowo Subianto sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Pernyataan ini disampaikan dengan penuh keyakinan, seakan-akan publik buta politik dan tak bisa menghitung dua tambah dua.Amran menyatakan bahwa program ini murni untuk mendorong kesejahteraan rakyat dan memperkuat sektor pertanian serta peternakan. Seolah-olah, MBG adalah cahaya ilahi yang turun dari langit, bebas dari intrik politik dan murni demi kemaslahatan rakyat. "Iya, betul. Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci, ya," ujar Amran, seakan menyulap audiens menjadi saksi bisu dari kebenaran mutlak.Lebih lanjut, Amran menggambarkan MBG sebagai offtaker dari 165 juta petani Indonesia, menciptakan pasar yang menyerap hasil produksi petani dan peternak secara langsung. Seolah-olah, tanpa MBG, semuanya akan runtuh seperti kastil pasir. Bayangkan sebuah dunia di mana anak-anak bisa belajar dengan cerdas dan perut kenyang hanya karena MBG.
IKLANNamun, bagi yang skeptis, klaim bahwa program ini tidak didesain untuk kepentingan elektoral mungkin terdengar seperti sebuah lelucon. Amran bahkan menyinggung penerima manfaat MBG yang sebagian besar belum memiliki hak pilih. "Kalau mau segi politik, Bapak Presiden ini tidak ada segi politis. Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri," tegasnya. Pernyataan ini seakan melupakan bahwa program-program sosial seringkali menjadi alat politik yang halus.Data menunjukkan sektor pertanian dan peternakan mengalami pertumbuhan yang kuat. Sektor pertanian tumbuh 4,97%, dengan tanaman pangan melonjak 7,58%. Sementara itu, subsektor peternakan tumbuh lebih tinggi, yakni 11,84%. Bagaimana mungkin program yang tidak berbau politik bisa memberikan dampak ekonomi sedemikian besar, tanpa ada agenda tersembunyi?Ironisnya, di balik klaim mulia ini, program MBG telah menjadi durian runtuh bagi sektor penyediaan makan dan minum yang tumbuh 13,14%. Seolah-olah, MBG adalah Santa Claus yang datang lebih awal. Namun, apakah ini benar-benar tentang kesejahteraan rakyat, atau sekadar menambah portofolio politik menjelang 2029?Sambil menutup pernyataannya, Amran berkata dengan penuh percaya diri bahwa MBG berdiri menjadi offtaker bagi petani. Tetapi, bagi sebagian pihak, klaim ini tak lebih dari sebuah narasi indah yang dirancang untuk menutupi ambisi politik yang lebih besar. Apakah publik akan percaya bahwa program ini murni tanpa ada agenda lain? Hanya waktu dan pengawasan kita yang dapat menjawabnya.
Berita Terkait

Skandal Besar di Dunia Panjat Tebing: Menguak Dugaan Kekerasan Seksual oleh Eks Kepala Tim Nasional
11 Mar 2026

Inovasi Dapur Umum Tanpa APBN: Renungan atas Birokrasi yang Lamban dan Efisiensi yang Terlupakan
08 Mar 2026

Beli Emas Jelang Lebaran: Bijak Atau Terjebak Tren?
28 Feb 2026

Gaji Ke-13 ASN: Kado Istimewa atau Sekadar Pelipur Lara Ekonomi Nasional?
21 Mei 2026

Menguak Aset Tersembunyi: Kejati NTB dan Perburuan di Balik Mega Proyek Sirkuit MXGP
06 Mei 2026

Drama Tiga Serangkai: Ketika Kontroversi Sebuah Video Mengguncang PSI dan Jejaring Sosial
06 Mei 2026
Komentar Pembaca (0)
Ingin ikut berdiskusi?
Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!