← Kembali ke Beranda
IKLAN
IKLAN





IKLANeditorial
Beli Emas Jelang Lebaran: Bijak Atau Terjebak Tren?
Dipublikasikan pada 28 Feb 2026

Menjelang Lebaran, banyak dari kita yang mulai melirik emas sebagai opsi investasi atau sekadar untuk menambah koleksi perhiasan. Fenomena ini sebenarnya bukanlah hal baru. Sejak dulu, emas telah dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keamanan finansial, terutama di masa sebelum hari raya ketika banyak orang menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, apakah langkah ini benar-benar bijak atau kita hanya terjebak dalam tren semata?Menurut Budi Rahardjo, seorang perencana keuangan dari OneShildt, keputusan membeli emas sebaiknya tidak didorong oleh rasa takut ketinggalan tren atau yang lebih dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out). "Beli emas itu harus punya tujuan yang jelas. Jangan asal beli cuma karena orang lain juga beli," ujarnya. Budi menekankan pentingnya memahami kapasitas finansial dan tujuan investasi sebelum memutuskan untuk membeli emas.Emas memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain sebagai alat investasi jangka panjang, emas juga dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Andi Nugroho dari Mitra Rencana Edukasi menambahkan bahwa di tengah ketidakstabilan geopolitik global, emas menjadi pilihan yang lebih aman. "Harga emas memang fluktuatif, tapi dalam jangka panjang, ia masih menawarkan prospek yang baik," katanya.
IKLANNamun, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan THR untuk membeli emas, ada baiknya mempertimbangkan prioritas lain. THR seringkali digunakan untuk memenuhi kebutuhan tahunan saat Lebaran, seperti zakat, mudik, atau membeli pakaian baru. Budi menyarankan agar alokasi untuk investasi, termasuk emas, sebaiknya sekitar 5-10 persen dari THR. "Pastikan kebutuhan pokok terpenuhi dulu, baru berpikir untuk investasi," tambahnya.Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kewajiban zakat atas kepemilikan emas. Zakat emas wajib dikeluarkan jika jumlahnya mencapai nisab, yaitu setara 85 gram emas, dan sudah dimiliki selama satu tahun hijriah. Andi menjelaskan bahwa zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari total emas yang dimiliki.Jadi, apakah Anda sudah siap membeli emas? Kuncinya adalah perencanaan yang matang dan keputusan yang rasional. Emas bisa jadi investasi yang menguntungkan, tapi jangan sampai Anda terjebak dalam euforia sesaat. Ingatlah, bijak dalam mengelola keuangan adalah investasi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk masa depan.
Berita Terkait

Mengapa Mengurangi Anggaran MBG Lebih Sulit Daripada Menemukan Jarum di Tumpukan Jerami
07 Mar 2026

Purbaya dan Anggaran Makan Bergizi: Antara Ekonomi yang Bengkak dan Janji yang Tak Terpangkas
07 Mar 2026

Inovasi Dapur Umum Tanpa APBN: Renungan atas Birokrasi yang Lamban dan Efisiensi yang Terlupakan
08 Mar 2026

Ketika Dunia Terperangkap Krisis Energi, China Berdansa di Atas Panggung Global
04 Apr 2026

Dilema Kreatif: Kasus Amsal Sitepu dan Kontroversi Pengadaan Jasa di Sumatera Utara
31 Mar 2026

Deforestasi Aceh: Ketika Alam dan Manusia Berkonspirasi Merusak Warisan Hijau
07 Mar 2026
Komentar Pembaca (0)
Ingin ikut berdiskusi?
Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!