Kembali ke Beranda
Iklan article_topIKLAN
nasional

Mengintip Peluang: Mengapa Indonesia Harus Belajar Teknologi Persenjataan dari Iran

Dipublikasikan pada 04 Apr 2026
Mengintip Peluang: Mengapa Indonesia Harus Belajar Teknologi Persenjataan dari Iran
Ketika mendengar kata 'Iran', mungkin yang terlintas di benak banyak orang adalah negeri para Mullah ini dikenal dengan kebudayaan yang kaya dan sejarahnya yang panjang. Namun, siapa sangka, Iran juga memiliki reputasi di bidang teknologi persenjataan yang patut diacungi jempol. Dalam pertemuan yang hangat dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, cendekiawan Muslim Prof Din Syamsuddin menyampaikan sebuah ide yang menarik: mengapa tidak belajar teknologi persenjataan dari Iran?

Ide ini tentu bukan tanpa alasan. Din Syamsuddin, tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, melihat peluang besar dalam kerja sama ini. Iran, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya akibat embargo internasional, berhasil memajukan teknologi persenjataannya secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa di balik segala kesulitan, ada kekuatan yang bisa diambil pelajaran.

Kerja sama pendidikan antara Iran dan Indonesia sebenarnya sudah mulai bersemi. Tahun lalu, sekitar 30 rektor dari Iran bertemu dengan beberapa pimpinan perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan ini, menurut Din, adalah langkah awal yang baik untuk menjajaki kolaborasi di berbagai bidang. Namun, ia merasa bahwa potensi ini belum tergali sepenuhnya dan masih banyak ruang untuk memperluas cakupan kerja sama.
Iklan article_middleIKLAN
Mengapa teknologi persenjataan? Din menilai bahwa di era global yang serba cepat ini, penguasaan teknologi strategis menjadi kunci penting bagi sebuah negara. Dengan belajar dari Iran, bukan berarti Indonesia harus menggandakan persenjataan, tetapi lebih kepada memahami proses dan inovasi di balik pengembangan teknologi tersebut. Ini juga bisa menjadi modal bagi pengembangan teknologi lainnya yang lebih damai dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Iran sendiri memiliki kontribusi besar dalam sejarah peradaban manusia, tidak hanya di bidang teknologi modern. Peradaban Persia di masa keemasan Islam adalah salah satu yang paling berpengaruh, terutama dalam pengembangan sains dan filsafat. Menggali ilmu dari Iran bisa jadi bukan hanya soal persenjataan, tetapi juga menggali kebijaksanaan dari sejarah panjang yang telah mereka lalui.

Tentu saja, ide ini tidak lepas dari tantangan. Ada banyak pertimbangan geopolitik dan diplomasi yang harus dipikirkan matang-matang. Namun, jika dilakukan dengan bijak dan dalam koridor kerja sama yang saling menguntungkan, ini bisa menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk lebih mandiri dan berdaya saing di kancah internasional. Kita tunggu saja, bagaimana langkah ini akan diambil dan apakah Indonesia berani mengambil risiko untuk merangkul peluang ini.

Komentar Pembaca (0)

Ingin ikut berdiskusi?

Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!