Kembali ke Beranda
Iklan article_topIKLAN
ekonomi-bisnis

Menteri Purbaya Tantang Gejolak Minyak Dunia: BBM Subsidi Aman, APBN Siap Beradaptasi!

Dipublikasikan pada 07 Mar 2026
Menteri Purbaya Tantang Gejolak Minyak Dunia: BBM Subsidi Aman, APBN Siap Beradaptasi!
Di tengah gejolak harga minyak dunia yang kian melambung hingga menyentuh angka fantastis US$92 per barel, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikapnya yang tak mau gegabah menaikkan harga BBM bersubsidi. Dalam taklimat media yang diselingi canda, Purbaya menepis spekulasi yang mengaitkan lonjakan harga minyak dengan potensi kenaikan harga BBM. "Enggak (menaikkan harga BBM bersubsidi). Provokatif banget lu!" ujarnya, seolah menantang tantangan ekonomi global dengan strategi matang.

Purbaya, yang dikenal dengan pendekatan pragmatisnya, telah menyiapkan serangkaian langkah strategis guna menjaga kestabilan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Prioritas pemerintah adalah memastikan defisit anggaran tetap terjaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun ancaman harga minyak tinggi membayangi. Ia menegaskan pentingnya realokasi belanja negara sebagai langkah pertama sebelum mempertimbangkan opsi kenaikan harga BBM bersubsidi. "Pengeluaran yang tidak terlalu mendukung kebutuhan utama dapat ditunda, seperti pengadaan barang atau proyek tertentu," jelas Purbaya.
Iklan article_middleIKLAN
Langkah realokasi ini bukan hanya sekadar penundaan belanja, tetapi juga mencakup kurasi ketat terhadap program-program kementerian dan lembaga. Proyek infrastruktur yang belum mencapai tahap krusial akan ditunda, sementara efisiensi pada pos pengadaan barang dan jasa diutamakan. Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengutamakan kesejahteraan masyarakat, dengan menghindari beban tambahan kepada publik kecuali benar-benar diperlukan.

Namun, Purbaya tidak menutup kemungkinan adanya skenario berbagi beban dengan masyarakat, apabila dampak lonjakan harga minyak benar-benar menguji batas kemampuan APBN. "Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali dan tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian," katanya, memberi sinyal bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi bisa saja terjadi jika langkah realokasi sudah tidak lagi mencukupi.

Simulasi fiskal pemerintah menunjukkan bahwa defisit APBN bisa melebar hingga 3,6-3,7 persen dari PDB jika harga minyak global melonjak tanpa ada intervensi. Saat ini, pemerintah masih memperkirakan harga minyak rata-rata sepanjang tahun berada di angka US$72 per barel, yang dianggap masih dalam batas aman. Langkah proaktif Purbaya ini menjadi cerminan strategi fiskal yang adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi global, sambil tetap menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam mengelola subsidi dan menjaga daya beli masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Ingin ikut berdiskusi?

Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!