← Kembali ke Beranda
IKLAN
IKLAN





IKLANnasional
Menteri Dody Hanggodo Pimpin Revolusi Internal: Bersih-Bersih Hingga Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Dipublikasikan pada 04 Apr 2026

Jakarta kembali bergemuruh dengan gebrakan mengejutkan dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Bukan sekadar membangun infrastruktur megah, Dody memusatkan energinya pada pembenahan internal kementerian yang selama ini dicemari oleh praktik koruptif dan budaya permisif. Keberaniannya untuk membersihkan kementerian dari dalam menjadi sorotan utama, dan dia tak segan menegaskan bahwa siapa saja yang terlibat harus siap menghadapi konsekuensinya, termasuk hukuman penjara bagi pejabat yang terbukti bersalah.Menteri Dody, dalam pernyataannya yang penuh semangat, menyatakan bahwa tugas utamanya adalah melakukan 'bersih-bersih'. Bukan hanya sekadar membangun jembatan atau jalan, tetapi membersihkan kementerian dari segala praktik yang bisa merusak integritas. Ia menekankan pentingnya cara pandang positif terhadap aparatur yang masih berintegritas, menggarisbawahi bahwa masih banyak pegawai baik di kementeriannya.
IKLANLangkah ini tidak dilakukan sendirian. Dody menegaskan bahwa upaya pembenahan tersebut didukung oleh mekanisme internal yang kuat, termasuk pelaporan pelanggaran ke aparat penegak hukum. "Kalau nggak ada orang baik di PU, kan nggak mungkin ada laporan ke Kejaksaan," ujarnya, menekankan bahwa sinergi dengan penegak hukum adalah kunci.Konsekuensi dari reformasi ini jelas. Dody mengkritik praktik lama yang memindahkan pejabat bersalah ke posisi lain tanpa penegakan hukum yang tegas. Baginya, ini menciptakan preseden buruk bagi generasi muda yang melihat jalan pintas untuk naik jabatan. Dody ingin mengubah mentalitas tersebut, mengajak generasi muda berlomba-lomba berprestasi dengan cara yang benar, bukan dengan menyalahgunakan uang rakyat.Pengamat kebijakan publik, Dr. Rina Kusuma, mengapresiasi langkah berani Menteri Dody. "Ini langkah yang sangat diperlukan. Perubahan harus dimulai dari atas, dan tindakan tegas diperlukan untuk mengubah budaya kerja," kata Rina. Dengan penekanan pada penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, Dody memberikan harapan baru bagi kementerian yang lebih bersih dan transparan.
Berita Terkait

Kepercayaan Publik: Pilar Kekuasaan dan Ancaman Korupsi di Indonesia
08 Mar 2026

Smart Board Kalteng: Ketika Teknologi Pintar Menjadi Ajang Ketidakjujuran
08 Mar 2026

Ironi Tambang Ilegal: Ketika Denda Menari di Atas Sisa Hutan Maluku Utara
13 Mar 2026

Dilema Fadia Arafiq: Ketika Nada Cik Cik Bum Bum Bertabrakan dengan Hukum Tata Negara
08 Mar 2026

Delpedro Dibebaskan: Drama Hukum Tanpa Bumbu Kenyataan
08 Mar 2026
Ketika Penegakan Hukum Berbalut Sarung: Transformasi Status Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
22 Mar 2026
Komentar Pembaca (0)
Ingin ikut berdiskusi?
Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!